PSSI tidak sendirian dalam usaha pencalonannya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Adalah Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) yang akan menjadi partner PSSI dalam mensukseskan cita-cita besar bangsa Indonesia tersebut. MSBI adalah sebuah organisasi independen yang selama ini sudah gencar mengkampanyekan dan mensosialisasikan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Dalam perhelatan Piala Kofederasi 2009 yang baru saja berlangsung di Africa Selatan bulan lalu, MSBI juga hadir untuk melakukan riset. “ Dalam perjalanan kami ke Afrika Selatan, ada fakta yang mencengangkan. Mereka belum punya stadion yang bagus. Yang paling parah, angka kriminalitasnya begitu tinggi. Nyaris setiap sudut kota di sana tidak aman. Tapi, FIFA justru memberi kepercayaan kepada mereka,” kata Sarman El Hakim, Ketua MSBI dalam press conference di Sekretariat PSSI, Senayan Jakarta, Rabu (22/7). “ Ternyata, masyarakat di sana sangat mendukung terselenggaranya Piala Dunia di negaranya. Justru, dengan adanya Piala Dunia, diharapkan masalah yang terjadi di Afsel akan selesai. Itulah kuncinya, antusiasme masyarakat!,” imbuh Sarman. Berangkat dari fakta tersebut, MSBI mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, untuk mendukung penuh rencana besar ini. Apalagi sepakbola merupakan budaya yang sangat mengakar di Indonesia. Antusiasme terhadap sepakbola begitu tinggi dan ini nilai lebih yang tidak dimiliki oleh negara pesaing seperti Amerika Serikat dan Australia. Ledakan bom yang baru saja terjadi di Hotel Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta, dianggap MSBI bukanlah hal yang terlalu siginifikan menurunkan peluang Indonesia jadi tuan rumah Pala Dunia 2022. Dengan adanya peristiwa ini, justru menambah semangat untuk tetap mewujudkan cita-cita anak bangsa ini menjadi bagian masyarakat dunia yang mampu menyelenggarakan FIFA World Cup 2022 di Indonesia. Ada beberapa agenda yang direncanakan MSBI dalam kurun waktu Agustus hingga September. Diantaranya adalah menyelenggarakan Piala Dunia mini yang pesertanya merupakan Kedutaan Besar yang ada di Indonesia. MSBI juga akan melakaukan riset yang mendalam terkait dampak sosial ekonomi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. “ Kita juga akan melakukan tur ke kota-kota penyelenggara yang akan ditunjuk PSSI. Dan, MSBI akan beraudiensi dengan Presiden RI dan jajaran menteri terkait seperti Menlu,” ungkap Sarman. Untuk lebih memperkuat aksinya, MSBI juga pada bulan Oktober akan melapor ke FIFA dan berharap diakui pula oleh organisasi sepakbola tertinggi di dunia tersebut. Sementara itu dalam press conference di PSSI, Rabu (22/7), MSBI juga mengeluarkan pernyataan terkait bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Tiga butir pernyataannya adalah sebagai berikut: 1. Mengutuk pengeboman yang dilakukan pihak yang tidak bertanggungjawab di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta, yang menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka. 2. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan sistem keamanan Nasional demi tercapainya tekad Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. 3. Mengajak seluruh anak Bangsa dan masyarakat internasional untuk bersatu padu menggelorakan perang terhadap terorisme.




0 komentar:
Posting Komentar