
“Rokok mas..” sahut seorang lelaki paruh baya di sisiku sambil meletakkan sebatang rokok di mulutnya. Dengan ringan PENULIS menjawab “penulis nggak ngerokok pak”. Lelaki itu tersenyum sambil perlahan memasukkan kembali bungkus rokoknya ke saku kemejanya. Setelah memastikan sebungkus Djarum Super dengan aman di sakunya iapun mencari sesuatu di saku celananya. Karna merasa ia tak akan menemukan sesuatu yang ia cari itu maka akupun membuka saku tasku sambil mengeluarkan sebuah benda kecil di dalamnya “butuh korek pak?”. “Oh..iya terima kasih” sahutnya sambil tersenyum ringan di balik rokok filternya. Korek gas itu langsung dinyalakan dan membut asap di sekeliling wajahnya. Sambil menyembulkan asap dari dalam mulutnya ia terkekek dan berkata “Mask ko aneh ya..?. “Aneh kenapa Pak?” tanyaku sambil mengerutkan dahi kebingungan. “bawa korek ko tapi gak ngerokok” jawabnya. Akupun tertawa ringan dan berkata “Bapak lebih aneh lagi”. Wajahnya menunjukkan rona keheranan, sebelum sempat ia bertanya ‘kenapa?’ akupun melanjutkan “Bapak ngerokok tapi gak bawa korek”. Dan kami berdua tertawa di bawah terangnya malam penuh bintang sambil menikmati semmilir angin yang berusaha mengacak dahan-dahan di tepi sungai.
KOREK DAN ROKOk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar